Blog

   

Mojokerto – Sebagai upaya peningkatan motivasi dan kapasitas para dosen dalam menulis buku ajar, Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama (STITNU) Al Hikmah Mojokerto menyelenggarakan Workshop Penulisan Naskah Bahan Ajar. Kegiatan yang bertujuan meningkatkan potensi dosen tersebut berlangsung selama 2 hari (11-12 Januari 2018) di Auditorium Kampus I Jalan Hayam Wuruk 31 Trowulan Mojokerto. Sejumlah jajaran dan dosen perwakilan dari beberapa Perguruan Tinggi se-Kopertais IV Surabaya (meliputi wilayah Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT) mengikuti workshop yang merupakan salah satu wujud kerjasama STITNU dengan Penerbit Media Guru Yogyakarta. Hadir sebagai pembicara Direktur Penerbitan Media Guru Yogyakarta.

Kegiatan yang diikuti sekitar 40 dosen  (dari dalam dan luar kampus STITNU) tersebut dibuka secara resmi oleh ketua STITNU Al Hikmah Mojokerto Dr. H. Muhsinin, M.Si. Dalam sambutannya, Beliau memotivasi para dosen agar lebih produktif dalam membuat publikasi ilmiah salah satunya buku ajar. Kegiatan ini pada awalnya hanya diperuntukkan bagi dosen STITNU Al Hikmah, tetapi kemudian berkembang dan akhirnya dibuka untuk umum, tuturnya.

Merujuk pada Undang undang No 14 tahun 2015 tentang Guru dan Dosen terutama merujuk pada pasal 60 dinyatakan bahwa dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, dosen berkewajiban melakukan publikasi ilmiah sebagai salah satu sumber belajar.

“Publikasi ilmiah berperan penting  dan menjadi salah satu indikator kemajuan bagi bangsa dan negara. Untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah, perguruan tinggi mewajibkan  calon lulusan  S-1, S-2 dan S-3 di Indonesia memublikasikan karya ilmiahnya. Publikasi ilmiah dapat berupa jurnal nasional atau internasional, prosiding, buku ajar, buku referensi dan monograf serta poster” ujarnya.

Setelah pembukaan, dilanjutkan dengan acara inti yaitu workshop dengan pembicara Mohammad Iksan, S.Pd. (CEO Media Guru Yogyakarta). Sebelum materi, beliau memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya workshop yang merupakan langkah akselerasi dan empowering yang tepat dengan konsep andalannya SADOSABU (Satu Dosen Satu Buku) yang harus diselesaikan maksimal 1 bulan setelah pelatihan dilaksanakan.  Beliau dalam paparannya, banyak memberikan motivasi, teori dan strategi menulis buku, sharing pengalaman dan kerjasama dengan penerbit. Dalam kesempatan kali ini, peserta mengambil giliran dalam berdiskusi dan mengkonsultasikan rencana naskah bahan ajar mereka, dan dilanjutkan dengan teknis menyusun buku ajar yang sebelumnya sudah dipersiapkan draftnya oleh masing-masing peserta.

Peserta  mengatakan kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi para dosen karena dapat membantu mereka dalam menyusun buku bahan ajar dengan sangat baik seperti yang diharapkan STITNU Al Hikmah. Setelah ini, diharapkan dosen lebih bersemangat lagi dalam menulis dan mempublikasikan hasil penelitiannya sehingga ke depan buku-buku dosen STITNU Al Hikmah menjadi kebanggaan tidak hanya untuk dari lembaga tapi juga untuk bangsa Indonesia, Salam literasi….!! (red).

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.