Blog

1322740512031_bulletin

Selasa 29 Desember 2015 di STITNU AL Hikmah ada 2 agaenda koordinasi, pukul 12.00 -13.30 koordinasi penguatan Jurnal Ilmiah dan pukul 13.30 – 15.00 koordinasi LP3M dan Kerjasaama. Ada beberapa putusan menarik dalam rapat koordinasi itu, yang pertama jurnal ilmiah STITNU Al Hikmah saat ini masih Modeling yang diterbitkan prodi S1 PGMI akan ditambah 2 Jurnal yaitu untuk S! PGRA; Seling dan Institusi; Islamic Education. Untuk tim LP3M dan Kerjasama memutuskan untuk memantapkan program di tahun 2016 dengan mempertajam penjadwalan kegiatan dan sub tim dengan job yang terukur.

Pokok pengembangan jurnal ketua STITNU Al Hikmah menekankan bahwa jurnal memerlukan tim yang solid untuk mengawal terbitnya tulisan, melakukan seleksi tulisan dan mengedit naskah sehingga naskah tersebut berpeluang di kutip orang. Dan manajemen tata kelola dengan lembaga pengindeks nasional atau internasional sehingga jurnal tersebut punya dampak yang luas buat ummat manusia. Bahkan ketua STITNU Al Hikmah memutuskan bahwa Jurnal Islamic Education harus ditulis degan bahasa arab atau inggris. Terhadap keputusan naskah harus berbahasa arab dan inggris tersebut peserta koordinasi kaget dengan bertanya “ Mengapa harus berbahasa asing, wong dengan bahasa indonesia saja kita kesulitan mencari naskah untuk dipublikasikan”

Dengan sigap saya jelaskan bahwa untuk pencapaian yang lebih kita harus melakukan proses percepatan karena STITNU AL Hikmah baru berdiri 2,5 tahun. Dengan perguruan tinggi yang sudah lama jelas kita kalah pengalaman,  dalam fisika  rumus hukum II Newton dapat dituliskan F= m.a , :F (gaya adalah kekuatan (Tarikan atau dorongan) yang mengakibatkan benda yang dikenainya mengalami perubahan posisi atau kedudukan (bergerak) dan atau berubah bentuk). berbanding lurus dengan massa  kali percepatan Dengan konsep ini memang F  STITNU AL Hikmah  jelas kalah kiprah publik dengan perguruan tinggi lain.  Tetapi kita punya kiat meningkatkan percepatan , maka laju ditingkatkan dengan kecepatan awal (Vo) terhadap kecepatan dalam waktu tertentu (Vt) harus ditingkat lebih sehingga mengahasilakan   percepatan yang besar . Sumber daya dan sumber daya manusia adalah massa(m)  itupun harus digerakkan sehingga mempunyai kontribusi yang besar . STITNU AL Hikmah sudah memberikan contoh yang positif walau baru terbit tahun 2014 saat ini Jurnal Modeling sudah terindek 14 lembaga pengindeks Terhadap pelibat gandaan  bisa dengan menambah jam kerja, studi banding dan belajar ke senior (percepatan a). Jika setiap SDM yang dimiliki menambah waktu maka kita mempunyai tambahan produktifitas misalnya stitnu mempunyai 20 Sumberdaya yang semua dilibatkan (massa), ini semua akan menghasilkan perubahan ke arah yang lebih baik (F)

Dalam konteks pengelolaan pendidikan islam percepatan sangat diperlukan untuk mensejajarkan lembaga dengan lembaga lain yang lebih kredibel. Sosok pembaharu di lembaga pendidikan islam harus dimunculkan dengan me-recharge pengelola pendidikan silam untuk menempuh studi lanjutan, mengikuti berbagai pelatihan dan capsity building. Kasus UIN Maliky Malang dalam upaya melakukan percepatan dari fakultas cabang  hingga menjadi  UNI Malily pada tahun 2002 menyekolah 20 dosen untuk memasuki S3 islamic studies di IAIN Surabya, apa yang terjadi dengan percepatan doktor tersebut ? Saat ini UIN Maliky menjadi pilot Proyek Word Classs University dari kemenag RI padahal sebelumnya UIN Malang adalah bagian dari UINSA/IAIN Suranya. Dalam hal penguasaan bahasa sebagai sumber ilmu UIN Maliky memberikan percepatan dengan mengasaramakan semua mahasiswa baru dengan penwalan pengusaaan bahasa arab dan inggris memberi dampak dosen harus belajar bahasa karena malu dengan kemampuan mahasiswa terutama dalam mengakses sumber belajar berliteratur bahsa asing. Dosen minta capacity Building Penguasaan bahasa, bahkan ada mahasiswa yang menulis skrpisi dengan triple bahasa (arab, inggris dan mandarin)

Kyai, ustadz, guru, dan palaku pengelolaan pendidikan islam harus melakukan percepatan pengembangan lembaganya. Langkah kongkritnya setiap lembaga pendidikan islam perlu ada sosok yang menyiapkan waktu tak terbatas untuk lembaganya. Siap melayani komuniatas lembaga (stake holders) sehingga terjalin komunikasi yang harmonis dan berkualitas. Sosok yang mau belajar sepanjang hayat sehingga semua murid mendapatkan ilmu up date untuk masa depannya. Sosok yang terus berjuang memparbaiki proses belajar dengan melengkapi saran dan lingkungan belajar yang berkualitas dan menyenangkan. Melakukan terobosan pembelajaran yang tidak terbelenggu kurikulum formal namun mengembangkan hidden curriculum yang lebih esensial dalam wujud keteladan, kultur belajar, penanaman nilai akhlaq dan moral.

Kyai, ustadz, guru, dan palaku pengelolaan pendidikan perlu menjadi pelaku integrasi untuk mendapat energi lebih dalam upaya melipat-gandakan waktu. Karena energi manusia (EM) = energi alam (EA) + energi tuhan (ET). Saat manusia dapat memaksimalkan muroqobah kepada-Nya maka di dalam diri kita ada kekuatan Allah yang tak terhingga. Sehingga ucapan, perilaku, visi misi kita adalah atas bimbingan-Nya. Sejalan dengan hadits Rasulullah Saw; dari Abu Hurairah radhiallahuanhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhya Allah ta’ala berfirman: Siapa yang memusuhi wali-Ku maka telah Aku umumkan perang terhadapnya. Tidak ada taqarrubnya seorang hamba kepada-Ku yang lebih Aku cintai kecuali beribadah dengan apa yang telah Aku wajibkan atasnya. Dan hamba-Ku yang selalu mendekatkan diri kepada-Ku dengan nawafil (perkara-perkara sunnah diluar yang fardhu) maka Aku akan mencintainya. Dan jika Aku telah mencintainya maka Aku adalah pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang dia gunakan untuk melihat, tangannya yang digunakannya untuk memukul dan kakinya yang digunakan untuk berjalan. Jika dia meminta kepadaku niscaya akan Aku berikan dan jika dia minta perlindungan dari-Ku niscaya akan Aku lindungi.“ (Riwayat Bukhari).

Padepokan Agung Al Hikmah Trowulan,

30 Desember 2015

Recharge of Mind and Character